RSS

Riwayat Hidup Kahlil Gibran

11 Nov

Kahlil Gibran atau Jubran Khalil Jubran adalah salah seorang sastrawan perantauan (Mahjar) beraliran romantik. Lahir 6 Januari 1883 di sebuah desa bernama Besharri, Lebanon1 Utara dan meninggal pada 1931 di usia 48 tahun.

Gibran adalah salah seorang pengikut Gereja Katholik Maronit. Ia berasal dari keluarga terpandang —kakeknya termasuk tokoh masyarakat di Besharri— namun hidup dalam kondisi kemiskinan secara ekonomis.2 Ayahnya bernama Khalil bin Gibran, seorang gembala yang memiliki kebiasaan memainkan Taoula, merokok narjille (pipa air), mengunjungi teman-temannya untuk sekedar mengobrol. Kadangkala ia juga minum arak dan berjalan-jalan di padang luas pegunungan Lebanon.

Sedangkan ibunya, Kamila, adalah anak terakhir dari seorang pendeta Maronit, Estephanos Rahmi, yang berstatus janda sebelum menikah dengan Khalil. Pernikahan Kamila dengan suami pertamanya, Hanna Abdel Salam, dikaruniai seorang putra bernama Peter. Sedangkan dari perkawinannya dengan suami kedua, yaitu Khalil bin Gibran, Kamila dianugerahi tiga anak. Selain Gibran diberi nama sama dengan nama ayahnya, Kamila juga melahirkan dua anak perempuan, yakni Mariana, dan Sultana.3

Akan tetapi, dalam kondisi ekonomi keluarga yang serba kekurangan tidak menyurutkan gerak Gibran untuk mengenyam bangku sekolah. Mula-mula ia belajar banyak hal, terutama bahasa, musik, dan sedikit mengenal tentang seni lukis dari ibunya yang polyglot (menguasai bahasa Arab, Perancis, dan Inggris). Tatkala usianya masih terlalu kecil, si ibu memperkenalkan sebuah kisah dari negeri Arab yang cukup tersohor, Kisah Seribu Satu Malam, juga Tembang Perburuan (Hunting Song) karya Abu Nawas. Ini artinya, sejak kecil Gibran bergelut dengan pelajaran sastra.

Didasari keinginan kuat untuk mengurangi beban kemiskinan keluarga, pada tahun 1894, Peter, saudara tiri Gibran yang saat itu berusia 18 tahun mengutarakan keinginan untuk berimigrasi ke Amerika. Semula ibunya menolak rencana itu. Namun akhirnya sang ibu menyetujui dengan syarat keluarganya dapat berangkat secara bersama-sama. Hanya saja sang ayah menolak dengan alasan memelihara sedikit harta yang mereka miliki. Tetapi penolakan sang ayah itu tidak mengurangi niat Kamila, Gibran dan kedua saudaranya dengan dimotori Peter untuk terus berangkat ke Amerika.

Langkah tersebut memang lazim dilakukan oleh para penduduk Lebanon. Sebab, ada tiga alasan penting yang menjadi faktor pendorongnya, yaitu:

Pertama, keinginan untuk melepaskan diri dari tindakan represif Turki Usmani.

Kedua, untuk mencari modal atau memperbaiki perekonomian keluarga.

Ketiga, untuk kedua tujuan tersebut sekaligus.4

Setelah menginjakkan kaki di Amerika, mereka menuju Boston di mana banyak penduduk asli Besharri dan Syiria membentuk koloni di China-town. Sang ibu, Peter, dan dua saudara perempuan Gibran bekerja mencari uang. Dia sendiri terpaksa masuk sekolah untuk memperoleh pendidikan lebih. Selama dua tahun bersekolah itulah, tampak kecerdasan dan kecemerlangan otak Gibran memukau gurunya. Ia selalu memperoleh nilai tertinggi di antara teman-teman “asing”nya di sana. Oleh sang guru, Gibran kemudian disarankan untuk menyingkat namanya menjadi “Kahlil Gibran” dari nama semula “Jubran Khalil Jubran”.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya di Amerika, Gibran bermaksud kembali ke Lebanon guna mendalami bahasa aslinya (bahasa Arab) dan mengenal banyak karya pemikir dan sastrawan Arab terdahulu. Setelah keinginannya dikabulkan oleh ibunya, dalam rentang waktu antara tahun 1896–1901, Gibran menempuh pendidikan di sebuah sekolah terkemuka, Madrasah Al-Hikmah, yang terletak di Beirut sekarang.

Di madrasah itu, Gibran belajar Hukum Internasional, ketabiban, musik dan sejarah Agama. Selama periode 1898 dia menjadi penyunting pada majalah sastra dan filsafat, Al Hakekat. Dengan bekal kemampuan Gibran dalam seni lukis dan didasari kekagumannya pada para pemikir besar Arab yang diketahuinya dalam kelas, pada 1900 Gibran membuat sketsa wajah penyair Islam periode awal seperti Abu Nawas, al-Mutanabbi, al-Farid dan Khansa (penyair besar perempuan dari Arab), juga wajah para filosof seperti Ibnu Khaldun dan Ibnu Sina.

Selama itu pula ada sebuah kenangan indah yang mempengaruhi jiwanya secara mendalam, yaitu kisah cinta pertamanya dengan Hala Daher, seorang putri dari sebuah keluarga aistokrat di Lebanon. Oleh Gibran kisah itu lalu diabadikan dalam novelnya, The Broken Wings (1912).5

Tetapi ketidaksetaran status sosial telah menjadi tembok yang membatasi cinta keduanya. Sejak saat itu, Kahlil berubah secara drastis. Hati dan cintanya yang terluka telah menjadikan dirinya sebagai seseorang yang membenci seluruh kehidupan tradisi perkawinan ketimuran yang diatur dalam “kasta-kasta” sosial.

Menginjak usianya ke-18 tahun, Gibran telah menyelesaikan studinya di Madrasah al-Hikmah dengan hasil sangat memuaskan. Namun, karena didorong keinginan memperluas ilmu dan wawasan serta mendalami seni lukis, dia memutuskan untuk berangkat ke Paris. Dalam perjalanannya itu, Gibran menyempatkan diri singgah di Yunani, Italia, dan Spanyol pada 1901.

Di Paris, Kahlil Gibran tinggal selama dua tahun. di kota inilah dia menulis buku Spirits Rebellious, sebuah buku yang terkenal dengan kritikannya terhadap keadaan sosial, para pejabat tinggi, pengurus keagamaan, juga cintanya yang kandas. Karena bukunya itu, Gibran sempat dikucilkan pihak Gereja Maronit dan diasingkan oleh pemerintah Turki di Lebanon. Keduanya juga membakar karyanya di berbagai tempat di Beirut.

Kemalangan Gibran tidak cukup sampai di sini. Tahun 1903 dia menerima surat dari saudaranya, Peter, yang memintanya untuk segera kembali ke Boston sebab adiknya, Sultana, meninggal akibat terserang penyakit Tuber Culosa (TBC) dan ibunya menderita sakit berat. Pada tahun yang sama di bulan Maret, Peter juga meninggal akibat wabah serupa.

Kepedihan Gibran serasa bertumpuk setelah ibunya yang tercinta turut menyusul kedua saudaranya menghadap Yang Kuasa, tepat tiga bulan setelah kematian Peter. Kehilangan sang ibu yang dicintainya membuat Gibran amat terpukul dan patah arang. Baginya, kini hanya tinggal Mariana, adik sekaligus kawan yang setia menemani di negeri orang. Secara historis, tampak bahwa realitas kemalangan yang dialaminya di Boston telah mempengaruhi seluruh karyanya di kemudian hari.

Ia mulai aktif menulis termasuk menulis beberapa artikel yang tersebar di berbagai media massa. Tulisan-tulisannya mampu mencengangkan pengagum sastra dunia, termasuk kritikus sastra Arab terkemuka, May Zaidah. Bermula dari polemik di media massa sejak 1912, ternyata sentuhan cinta keduanya mampu merekatkan jarak Amerika-Arab meski sampai akhir hayatnya, mereka tidak pernah saling bertemu.6

1 Kata Lebanon dalam bahasa Semit kuno berarti “putih” yang dianalogikan dengan serpihan salju di lereng gunung-gunungnya. Lebanon dideklarasikan sebagai sebuah negara dengan otonomi penuh dari penjajah dan bebas menentukan nasibnya sendiri sejak 26 November 1941.

2 Kahlil Gibran, Di Depan Singgasana Kecantikan, terj. Azhariah, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999), hlm. vi.

3 Dr. Joseph Peter Ghougassian, Sayap-Sayap Pemikiran Kahlil Gibran, terj. Ahmad Baidawi, (Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru, 2000), hlm. 17.

4

5 The Broken Wings dalam bahasa Arab adalah al-Ajninah al-Mukassarah dan diterjemahkan dalam bahasa Indoesia dengan judul Sayap-Sayap Patah. Dalam karya tersebut, Gibran menyamarkan nama Hala Daher dengan nama Selma.

6 A. Sudiarja dalam pengantar buku Karen Armstrong, Menerobos Kegelapan; Sebuah Autobiografi Spiritual (Bandung: Mizan, 2004), hlm. 35.

About these ads
 
26 Comments

Posted by on pmpTue, 11 Nov 2008 18:27:13 +000027Tuesday 29, 2008 in Tokoh

 

Tags:

26 responses to “Riwayat Hidup Kahlil Gibran

  1. Gupron

    pmpSat, 23 Jan 2010 23:27:55 +000027Saturday 29, 2008 at 9:59 p01

    yupzzzzzzzz………….

     
  2. Dedi Syaputra

    pmpSun, 24 Jan 2010 16:06:00 +000006Sunday 29, 2008 at 9:59 p01

    makasih telah datang ke blog aq

     
  3. Anna

    ampWed, 31 Mar 2010 05:58:20 +000058Wednesday 29, 2008 at 9:59 p03

    kok gak sampe Gibrannya meninggal? kurang lengkap mas..

     
  4. Dedi Syaputra

    pmpFri, 02 Apr 2010 15:44:57 +000044Friday 29, 2008 at 9:59 p04

    ye besok kalau ada waktu luang saya tambah lagi…makasih atas informasinya

     
  5. catatanketuk

    pmpTue, 20 Jul 2010 13:04:49 +000004Tuesday 29, 2008 at 9:59 p07

    wah aku juga ni pengemer berat kahlil,di tunggu kunjungan balik ya

    http://catatanketuk.wordpress.com/

     
  6. Dedi Syaputra

    ampThu, 22 Jul 2010 06:28:57 +000028Thursday 29, 2008 at 9:59 p07

    makasih dah datang saudara ketuk, ya sudah mengunjungi juga blok u,
    oya sama, saya juga suka dengan karya-karya kahlil gibran…

     
  7. alexi

    ampSun, 03 Oct 2010 01:35:32 +000035Sunday 29, 2008 at 9:59 p10

    bagus, ditunggu sambungannya ya?

    sebenarnya khalil gibran muslim atau khatolig melihat namanya ada unsur islamnya.

     
  8. Dedi Syaputra

    ampThu, 07 Oct 2010 08:18:55 +000018Thursday 29, 2008 at 9:59 p10

    saya tidak punya kapasitas di dataran itu kawan, so bicara soal muslim atau tidak, tergantung sajauh mana di mengerti tetang lingkungannya. to; alexi

     
  9. tarina

    ampFri, 04 Feb 2011 01:26:24 +000026Friday 29, 2008 at 9:59 p02

    bagus tu kisah kahlil gibranya..aku suka tokoh sprti dia..karya2 nya bikin hidup lebih seru..hehe

     
  10. Dedi Syaputra

    ampThu, 10 Feb 2011 05:12:39 +000012Thursday 29, 2008 at 9:59 p02

    makasih tarana atas apresiasinya. salam knl?

     
  11. ittacyster

    ampFri, 13 May 2011 11:40:06 +000040Friday 29, 2008 at 9:59 p05

    kahlil gibran is my inspirated :)

     
  12. Dedi Syaputra

    ampFri, 17 Jun 2011 08:01:35 +000001Friday 29, 2008 at 9:59 p06

    oya; sepertinya saya juga..

     
  13. Azter Bunganya Ezter

    pmpFri, 15 Jul 2011 13:17:52 +000017Friday 29, 2008 at 9:59 p07

    kasi like aja buat smua karya Gibran…

     
  14. Asmoul Huesenae

    ampFri, 12 Aug 2011 04:28:54 +000028Friday 29, 2008 at 9:59 p08

    banyak ya yg ngefeans sma khalil gibran, jga trmsuk aq

     
  15. Dedi Syaputra

    pmpTue, 16 Aug 2011 16:33:37 +000033Tuesday 29, 2008 at 9:59 p08

    makasih anda memberikan informasi kepada saya
    salam kenal

     
  16. Bachtiar Cahya S

    pmpSun, 06 Nov 2011 12:42:31 +000042Sunday 29, 2008 at 9:59 p11

    bagus bange dan mengesankan….?!

     
  17. M Almi Hidayat

    ampSun, 20 Nov 2011 11:20:33 +000020Sunday 29, 2008 at 9:59 p11

    oh…………..

     
  18. Dedi Syaputra

    ampMon, 05 Dec 2011 05:14:02 +000014Monday 29, 2008 at 9:59 p12

    ty

     
  19. ridho pahwan kasio

    pmpWed, 21 Dec 2011 14:00:47 +000000Wednesday 29, 2008 at 9:59 p12

    sebuah perjuangan

     
  20. yeye

    pmpTue, 31 Jan 2012 22:13:39 +000013Tuesday 29, 2008 at 9:59 p01

    kahlil gibran itu emang keren….

     
  21. farhan

    ampThu, 06 Sep 2012 04:29:13 +000029Thursday 29, 2008 at 9:59 p09

    saya suka sama karya khalil gibran

     
  22. Dedi Syaputra

    ampSat, 08 Sep 2012 05:05:54 +000005Saturday 29, 2008 at 9:59 p09

    @TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASINYA. MUNGKIN KITA SAMA-SAMA SUKA PADA KARYANYA.

     
  23. angga

    ampSat, 12 Jan 2013 09:13:31 +000013Saturday 29, 2008 at 9:59 p01

    oke makasih

     
  24. erwinovart

    ampThu, 02 May 2013 06:23:41 +000023Thursday 29, 2008 at 9:59 p05

    sy hnya punya bbrpa bkuny,nmun kpngn mmbca lbh bnyak lg karyanya bahkn ingn smua karyanya,krna sy jg ngefeans…..

     
  25. Dedi Syaputra

    ampThu, 19 Sep 2013 04:14:52 +000014Thursday 29, 2008 at 9:59 p09

    oke sama dengan saya..

     
  26. Wildha Khaira

    pmpFri, 06 Dec 2013 13:54:01 +000054Friday 29, 2008 at 9:59 p12

    Nambah wawasan… makasi :)
    Mohon lanjutannya sampai Kahlil Gibran meninggal ya… :) ;)

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: