ADAT DALAM POLITIK ISLAM

Posted on Updated on

orang-asli-jambi

Agama Islam, bukan hanya di pandang sebagai sebuah ajaran. Tetapi Islam juga mengandung makna-makna penting tentang sebuah peradaban. Artinya cara pandang Islam turut membentuk hakekat dari peradaban manusia di bumi ini. Keistemewaan peradaban Islam adalah kemampuan mempercayai pluralisme, multikultural sebagai sunnahtullah yang harus dipandang secara faktual –objektif. Munculnya otoritas politik Islam, mengandung sebuah makna dari politik sendiri, bahwa Islam sebuah agama rahmat untuk semua umat. Artinya sebuah agama yang mengajarkan pada semua sendi-sendi kehidupan.

Islam adalah agama yang diwahyukan kepada para Rosul-Nya, sejak Nabi Adam a.s, hingga yang terakhir Nabi Muhammad saw, untuk disampaikan kepada umat manusia. Ajaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw bersumber dari al-Qur’an adalah mata rantai dari agama Allah yang diwahyukan kepadapra Rasul-Nya.

Islam sebagai agama yang disempurnakan yang diperuntukkan untuk umat manusia samapi akhir zaman, Islam memberikan pedoman hidup meliputi berbagai bidang, akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah. Perkembangan bidang inilah yang menghasilkan berbagai pemikiran, termasuk pemikiran hukum politik Islam. Islam boleh jadi merupakan agama yang paling kaya dengan pemikiran politik.

Ini yang katakan oleh Munawir Sjadzali dalam bukunya bahwa, klasifikasi pemikiran tetang konsep politik Islam, terbagi tiga aliran. Pertama, Islam yang dipandangkan oleh orang Barat sebagai agama penghubung manusia dengan Tuhan saja. Kedua, Islam mengatur berbagai aspek kehidupan, termasuk pengaturan masyarakat dan Negara. Ketiga, aliran yang menolak bahwa pandangan Islam agama serba lengkap.

Terlepas dari itu konsep pemikiran politik Islam sudah di konsepkan sejak zaman Nabi Muhammad. Walaupun tidak ada konsep yang dianggap baku untuk diterapan dalam wilayah komunitas masyarakat politik Islam.

Hal ini tidak bisa kita hindari, bahwa berbagai penerapan dalam konsep politik Islam, dikarenakan pengaruh sosio-budaya dan sosio-politik yang berkembang pada saat itu, dikatakan oleh Al-Mawardi. Yang perlu digaris bawahi bahwa politik Islam dalam berbagai segi mempunyai sifat yang mendasar, terdapat hubungan cukup signifikan gagasan tersebut. Terutama berkaitan dengan aspek normatif dan teknis–operasional yang tidak lepas dari konsep dasar perkembangan masyarakat tempatnya muncul politik Islam dalam penyelenggaraan bernegara.

Kemajuan pemikiran politik Islam yang dipengaruhi delektika masyarakat yang ingin maju bersama dengan ketauhidan yang disampaikan oleh Nabi Muhammad untuk membangun masyarakat madani. Adanya kontradiksi antara masyarakat Madinah yang terdiri dari berbagai suku mampu menbangun sebuah komunitas yang tidak sampai melupakan edentitas dari sukunya.

Pada zamannya, Nabi membentuk sebuah komunitas, yang diyakini bukan cuma komunitas agama, tapi juga komunitas politik. Nabi berhasil menyatukan berbagai komunitas kesukuan dalam Islam. Di Madinah, tempat hijrah Nabi, beliau berhasil menyatukan komunitas sosial, yakni kaum pemukim dan kaum pendatang. Lebih dari itu, di Madinah, Nabi juga berhasil mengatur kehidupan kaum Muslim, Nasrani, serta Yahudi dalam komunitas Negara Madinah atau masyarakat Madinah.

Komunitas yang dibentuk Nabi di Madinah inilah yang belakangan acap dirujuk oleh para pemikir muslim, baik yang liberal maupun yang fundamentalis, sebagai masyarakat Islam ideal. Pemikir liberal lebih suka menyebut komunitas yang dibentuk Nabi di Madinah sebagai “masyarakat madani”, sedangkan mereka yang fundamentalis lebih nyaman menyebut Negara Madinah.

Disinilah titik awal masyarakat adat mulai memasuki ranah poltik Islam, tetapi mereka merasa ada perbedaan antara datang Islam kemadinah dengan sebelumnya. Konsep yang ditawarkan oleh Nabi Muhammad kepada adalah perdamaian dan saling menghormati hak orang lain.

Konsepsi ini berkembang dan nama Muhammad termashur di Madinah membawa sebuah perubahan yang besar di lingkungan Madinah. Tetapi untuk mengatur dalam kehidupan antar suku dalam masyarakat Madinah belum mengaju padat satu titik undang-undang sebagai landasan kesepakatan untuk kenyamanan kota Madinah.

Ahli sejarah mengatakan belum cukup dua tahun dari kedatangan Nabi Muhammad saw di Madinah, beliau memperlakukan satu Piagam yang berdasakan diplomatis/musyawarah untuk mengatur kehidupan dan hubungan antar komunitas-komunitas yang memang komponen masyarakat yang majemuk. Hal ini terkenal dengan Piagam Madinah.

Secara garis besar Piagam Madinah mangandung lima dasar kebijakan sebagai berikut :

1). Saling bertetangga dengan baik.

2). Saling mengayomi/melindungi

3). Membantu orang-orang teraniaya

4). Konsultasi dan betukar pikiran, dan

5). Kebebasan beragama

Banyak orang yang mau bergabung dengan Muhammad dan mau menjadi sekutu ummah, dan Nabi mulai membangun sebuah konfederasi suku yang tanguh, yang anggota-anggotanya berjanji untuk tidak saling menyerang dan akan melawan musuh, konsep ummah yang digunakan nabi akan bertahan hidup untuk saling menhormati antar suku.

Islam memandang realita kehidupan bermasyarakat dalam berbagai macam suku, sudah menjadi keharusan bagi penguasa untuk mengakomodir persoalan-persoalan terjadi, tetapi ketika persoalan itu sebuah pengingkaran dari kesepakatan maka ada kesekuensi dari harus diterima untuk menjaga ketentraman antar kehidupan.

Menurut Watt Montgomery Watt (1964), Piagam Madinah merupakan realisasi potensi dan ide politik dalam al-Qur’an. Sikap Nabi Muhammad saw dan umat Islam yang berubah menjadi keras setelah terjadi penghiyanatan dan atau pemberontakan tiga kelompok Yahudi, yaitu Bani Nadir, Bani Qainuqa, dan Bani Quraiza.

Dedi Syaputra

Mahasiswa Hukum dan Politik Islam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s