MASYARAKAT SIPIL

Posted on Updated on

Dedi Syaputra
Selamat Membaca
Buku Larry Diamond, Developing Democracy (Yogyakarta : IRE Press, 2003).

Membangun demokrasi yang utuh, matang, dan berwibawa, salah satunya adalah membangun   tatanan masyarakat sipil yang proporsional dan kreatif. Tapi tidak cukup itu saja, bagaimana prannya dalam mengimbangi pemerintah yang demokratis, itu yang sangat penting dalam laju kencang demokrasi.
Tapi banyak orang yang tidak mengerti, siapa yang sebenarnya masyarakat sipil itu? Apa prannya dalam negara yang menjunjung demokrasi?, di sini saya mencoba membahasnya, dengan panduan buku dari Diamond ini.
Tulisan Diamod ini lebih mengarah pada pran masyarakat sipil, Akan tetapi tidak bisa kita pungiri bahwa pengaruh elit memiliki dampak yang besar dalam mentukan apakah Negara demokrasi baru menjadi stabil, efektif, dan terkonsolidasi. Dampak tersebut menjangkau pada tipe-tipe lembaga atau aturan yang dibuat oleh para elit, apakah system parlementer atau presidensial; apakah mendorong pemerintah mayoritas atau konsensual; menkonsentrasikan pemerintahan di pusat (Sentralisme) atau atau menyebar kepada tingkatan pemerintah; atau mereka orang-orang yang mampu melakukan komitmen pada demokrasi dalam melakukan lobi-lobi politik, membentuk koalisi, memobilisasi dukungan publik, dan merespon tekanan dan kemau-kemau publik.
Dalam hal ini, Larry Diamond mengatakan dengan ungkapan para elit mungkin saja paling penting, tetapi mereka bukanlah segala-galanya, demokrasi bukan sekedar sistem, di mana para elit memperoleh kekuasaan melalui persaingan meraih suara rakyat, sebagai mana definisi Joseph Schumpeter, bagaimana demokrasi sebuah sistem yang melahirkan kepentingan rakyat, melindungi hak induvidu, kelompok bebas bicara, melakukan publikasi, berkumpul, demontrasi, melobi, beroraganisasi, atau melakukan pengawasan pemerintah (check and balance), dan tegaknya rule of law.

Permasalahan siapa yang sebenarnya masyarakat sipil itu?
Masyakat Sipil melingkupi kehidupan sosial terorganisasi yang terbuka, sukarela, lahir secara mendiri, setidaknya bersuadaya secara parsial, otonom dari negara, dan terikat dari tatanan legalatau seprangkat nilai bersama. Pergertian secara umum keterlibatan warga negara yang bertindak secara kolektif dalam ruang publik untuk mengeksperesikan kepentingan-kepentingan, hasrat, pilihan, dan ide-ide mereka untuk bertukar informasi, mencapai sasaran kolektif, mengajukan tuntutan pada negara, memperbaiki struktur dan fungsi negara, dan untuk menuntut akuntabiltas penjabat negara.
Masyakat Sipil adalah sebuah penomena penengah, berdiri antara ruang privat dan negara. Dia bukan masyarakat parokial (Jamaat gereja) atau masyarakat ekonomi (Usaha, mencari keuntungan, bisnis induvidual) karena mereka tidak memfokuskan diri pada kehidupan sipil dan ruang publik. Tapi mereka dapat membantu menciptakan norma-norma dan pola keterlibatan kultural yang dapat meluas keruang publik (Larry Diamond 2003).
Masyakat sipil menyakutberagam organisasi, formal dan informal, meliputi
1. Ekonomi : Asosiasi – asosiasi adalah jaringan sosial yang produktif
2. Kultur : Religius, etnis, komunal dll, yang membela hak-hak kolektif, nilai-nilai, kepercayaan, keyakinan, dan simbol-simbol.
3. Informasi dan pendidikan
4. Kepentingan
5. Pembangunan
6. Berorientasi isu : Gerakan yang berorentasi pada lingkungan, reformasi lahan, hak-hak perempuan
7. Kewarganegaraan
Ada lagi yang membedakan masyarakat sipil dengan masyarakat lainnya : Pertama, masyarakat sipil memusatkan perhatiannya pada tujuan-tujuan publik bukannya tujuan privat. Mudah diakses oleh warga dan terbuka pada pemikiran publik, tidak tertanam dalam sistem tertup dan rahasia, atau korporatif. Kedua, masyarakat sipil dalam beberapa hal berurusan dengan negara akan tetapi tidak berusaha merebut kekuasaan atas negara, sebaliknya masyarakat sipil mencari celah untuk mencoba mendapatkan keuntungan, perubahan kebijakan, perbaikan hak-hak masyarakat lokal, peringan, ganti rugi, keadilan, dan akuntabilitas samapai kepada pengawasan. Ketiga, masyarakat sipil mencakup pluralisme dan keragaman. Keempat, masyarakat sipil tidak berusaha menampilkan seluruh kepentingan pribadi atau komunitas. Kelima, masyarakat sipil harus dibedakan dengan fenomena civic community yang lebih jelas meningkatkan demokrasi.
Jelas tidak semua perkumpulan bisa kita katakan masyarakat sipil, yang memiliki sama dalam memperkuatkan demokrasi. Artinya yang dikatakan masyarakat sipil tentu mempunyai karateristik yang has, ini yang membedakan dengan masyarakat lain. Larry Diamond mempetakan ada lima hal yang sangat penting dalam melihat karakteristik masyarakat sipil. Karakteristik pertama adalah terbangunan demokratisasi dalam proses pembuatan keputusan dan pemilihan kepemimpinan internal mereka dalam sebuah organisasinya, baik itu antar anggota maupun lembaganya untuk menciptakan demokrasi yang dinamis dan liberal. Kalau kita meminjam bahasanya Tocqueville jika organisasi masyarakat sipil ingin berfungsi seperti sekolah luas yang gratis.
Karakteristik kedua adalah tujuan dan metode. Dalam masyarakat sipil bertujuan membangun demokrasi sangat efektif dan signifikan dengan metode yang sangat-sangat demokratis. Menurut Larry, kelompok-kelompok yang melakukan sesuatu dengan metode tidak demokratis, atau menolak rule of law ini bukan termasuk dalam komponen masyarakat sipil. Malah akan merusak pada aspirasi-aspirasi demokratis.
Dalam masyarakatsipil lebih banyak condong kepada kopromi ketimbang yang lain. Karakteristik ketiga, adalah level kelembagaan keorganisasian. Karakteristik empat plural. Karakteristik terakhir adalah kesolidan.

4 thoughts on “MASYARAKAT SIPIL

    ramlannarie said:
    pmpTue, 26 Oct 2010 14:57:39 +000057Tuesday 29, 2008 at 9:59 p10

    salam kenal… kunjungan balik ditunggu

    Dedi Syaputra responded:
    ampWed, 27 Oct 2010 02:39:20 +000039Wednesday 29, 2008 at 9:59 p10

    saya sudah berkunjung di blog anda
    menurut saya blog anda jauh lebih bagus, terus saja berkarya…
    salam hangat

    umi salamah said:
    ampSat, 03 Jan 2015 05:05:04 +000005Saturday 29, 2008 at 9:59 p01

    Backgroundnya diganti ya? Yg lebih cerah. Soalnya mau baca jg nggk jelas. Karena gelap. Terimakasih.

    Dedi Syaputra responded:
    ampTue, 20 Jan 2015 09:21:22 +000021Tuesday 29, 2008 at 9:59 p01

    terima kasih saudari Umi atas masukkannya. semoga kita Allah memberika rahmat kepadamu. Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s