“Hakikat ketaqwaan bagi orang-orang yang berfikir” “Khutbah Aidul Fitri 17 Juli 2015/1436 H”

Posted on Updated on

lebaran-1024x7511Hadirin kaum Muslimin dan Muslimat sidang Hari Raya Idul Fitri yang dimuliakan Allah SWT.

Pagi yang indah ini, kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan dapat menikmati Indahnya merayakan kemenangan. Selama 30 hari penuh kita berjuang menahan lapar dan dahaga, tidak hanya itu, kita menahan gejolak hawa nafsu yang tidak baik mengarahkan kita kepada perbuatan merusak puasa.

Hadirin kaum Muslimin dan Muslimat sidang Hari Raya Idul Fitri yang dimuliakan Allah SWT.

Setiap tahun di Kalender Hijiriah, seluruh umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri. Tidak hanya kita yang berada di Perumahan SBI saja, akan tetapi hampir di seluruh dunia, ketika seorang hamba yang beriman menjalankan semua kewajiban yang diperintahkan kepadanya, maka sudah sepatutnya seorang hamba merayakannya.

Hari Raya Idul Fitri adalah puncak kemenangan atas hamba-hamba Allah SWT yang sudah menjalankan rukun Islam keempat, yaitu puasa di bulan Romadhan dan juga hamba-hamba Allah SWT yang sudah mensucikan diri dan hartanya dengan mengeluarkan zakat, sebagai manifestasi dari ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Allah SWT dalam al-Quran Surat at-tin Ayat 6.

         
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.

Hadirin kaum Muslimin dan Muslimat sidang Hari Raya Idul Fitri yang dimuliakan Allah SWT.

Oleh karena itu, hari Raya Idul adalah merupakan wujud dari hakikat dasar manusia yang dilahirkan kedunia ini. Idul bermakna kembali, sedangkan fitri bermakna suci, indah, bersih. Kalau kita gabungkan idul fitri adalah kembali seorang anak manusia dari kejadian semula, sejak dilahirkan dari perut ibunya. Nabi Muhammad SAW Menjelaskan dalam Sabdanya;

 

Artinya. Setiap anak yang dilahirkan dalam keadaan suci, kedua orang tuanyalah yang menjadinya yahudi, nasrani dan majusi (H.R. Baihaqi)

Ketika seorang anak manusia yang sudah akil balik/dewasa, (atau sudah mengerti mana yang baik dengan yang jahat, mana yang benar mana yang salah, mana yang wajib dengan mana yang sunah), melakukan perjalanan panjang di atas dunia ini, dan melakukan bermacam-macam perbuatan, dan pekerjaan yang dihadapinya, maka seorang anak manusia tersebut berubah, dari sejak dilahirkan dalam keadaan suci, berubah kotor, hina, penuh dosa, yang diakibatkan dari dorongan hawa nafsu jahat yang tidak mampu dikontrolnya, sehingga menguasai dirinya. Hawa nafsu manusia yang terkadang tekanannya jauh lebih besar dari akal sehatnya, sehingga anak manusia itu terjerumus dalam kesesatan, yang lebih mencintai dunia dan melupakan Tuhannya yang telah menciptakannya.
Dalam Q.S. ar-rum 30, Allah SWT mengungkapkan dengan bahasa

         •• 
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang Telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.

Tapi jika keluar dari fitrahnya, Dalam Q.S. at-tin 5, Allah SWT mengungkapkan dengan bahasa;
    
Kemudian kami kembalikan dan kami lemparkan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),

Hadirin kaum Muslimin dan Muslimat sidang Hari Raya Idul Fitri yang dimuliakan Allah SWT.

Saat ini, mari kita sama-sama belajar memulai melakukan introspek diri, mengevaluasi diri, mengasesmen (menilai diri) kita, bahkan, kita belajar mempertanyaankan diri kita, dari mana kita berasal, mau kemana kita pergi setelah hidup ini, untuk apa kita hadir di dunia ini, agar kita tidak lupa pada hakikat dasar fitrah manusia, kita hadir kedunia ini yaitu hanya untuk beribadah kepada Allh SWT.

Dalam Q.S. ali Imran 102 Allah SWT mengungkapkan:

     •   •    
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

Ungkapan beribadah kepada Allah, merupakan titik tolah kita sebagai hambaNya yang beriman dan beramal soleh , dengan satu harapan la’allakum tattakun agar kamu bertaqwa.

Taqwa akan menjadi penentu bagi seorang hamba dalam menjalani roda kehidupan, Taqwa merupakan implementasi dari sifat-sifat ketuhanan (fitrah) untuk harus ditumbungkembangkan secara terpadu oleh manusia dan diaktualkan/praktekkan di dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan individu maupun sosialnya, karena kemuliaan sorang hamba di sisiNya Allah SWT lebih ditentukan oleh sejauh mana kualitasnya dalam mengembangkan fitrah (sifat ketuhanan) yang ada di dalam dirinya, bukan di lihat dari aspek materi, fisik, jasadi, dan kaya.

Taqwa akan memilih manusia berbuat baik, dari pada sebaliknya. Taqwa akan mencerminkan hati yang bersih, hati yang mencintai sesama manusia karena sama-sam ciptaan Allah SWT, hati yang menghargai manusia karena dia manusia, hati yang menghargai lingkungan hidupnya, karena ia tahu untuk kepentingan dirinya sendiri, hati yang menyakinkan segala perbuatanya akan diawasi oleh Allah SWT. Taqwamenjadikan seorang anak manusia tadi, berhati-hati dalama melakukan segala amal perbuatan , karena fitrah seorang anak manusia dilahirkan dan diciptakan oleh Allah SWT dengan perangai dan tingkah laku yang baik.

Dalam sebuah Hadist, Nabi Muhammad SAW menuturkan:

Artinya : “bertaqwalah kepada Allah di mana saja berada, dan segeralah berbuat baik sesudah melakukan keburukan, sebab perbuatan buruk akan tertutup oleh kebaikan, dan sebab manusia itu diciptakan dengan perangi yang baik” (H.R. Tarmizi).

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s