Tempat Persingahan


komentar mu kawan, membuat  gairah saya untuk lebih maju……

de_disyaputra@yahoo.com

alam sahabat kita sebelum kita dilahirkan


66 thoughts on “Tempat Persingahan

    buyung said:
    pmpSun, 27 Jul 2008 20:04:29 +000004Sunday 29, 2008 at 9:59 p07

    nupang lewak brur

    ucil said:
    pmpSun, 27 Jul 2008 20:07:11 +000007Sunday 29, 2008 at 9:59 p07

    jo aq dah kursus tehnisi nih, main kekos q

    Edi said:
    ampTue, 29 Jul 2008 07:14:49 +000014Tuesday 29, 2008 at 9:59 p07

    HaiKTA ngopi nang wrkop

    NaSHeR said:
    ampSat, 02 Aug 2008 11:06:24 +000006Saturday 29, 2008 at 9:59 p08

    bolak-balik gw baca blognya
    bagus banget, menambah wawasan
    salam kenal🙂

    geteeh said:
    pmpSat, 02 Aug 2008 21:37:17 +000037Saturday 29, 2008 at 9:59 p08

    pa kbr broth? nambah keren aj ne blog! tapi jgn ampe terlena, sibuk ngurusin desain eh.. malah g’ sempat mosting!

    aan ganteng said:
    pmpTue, 05 Aug 2008 13:24:50 +000024Tuesday 29, 2008 at 9:59 p08

    kepercayaan apo meneh igi le’????,,,buka blog gwe kita diskusi soal eko-teologism,piye,,,,

    afif said:
    pmpWed, 06 Aug 2008 21:30:48 +000030Wednesday 29, 2008 at 9:59 p08

    dedi ma aan sama aj, ngomong masalah theologi! apa itu theologi? apakah masyarakat membutuhkn theologi ketika dia lapar? masyarakat sibuk ngurusin perut, ngomong masalah theologi angap aj selesai… kenyangkan dulu masyarakat baru ajak dia untuk memikirkan akhirat, lapar ga’ akan hilang, penindas ga’ akan pergi dan penjajahan ga’ akan runtuh kalo kita hanya duduk memutar tasbih dan menitikan air mata! Tuhanpun masih berproses untuk menciptakan kita, aapalagi manusia yang diciptakan.

    adieb aja said:
    ampThu, 07 Aug 2008 06:28:11 +000028Thursday 29, 2008 at 9:59 p08

    Dedy… kpn kita ngopi lg? aq tantang km main ps,aq msh dendam ma km…

    dedi responded:
    pmpThu, 07 Aug 2008 19:45:36 +000045Thursday 29, 2008 at 9:59 p08

    tanggapan buat sdr : afif
    ya salam knlnya, jawaban u 100 persen persis apa yang saya ungkapkan awal saya kuliah. koz tuhan lebih tahu kok”” oke
    ketika anda bertanya apa theologi enak u jawab sendiri itu akan lebih baik. so rekontruksi berpikir u saya yakin sudah bisa untuk memahaminya.
    thank you atas saran

    Afif said:
    pmpFri, 15 Aug 2008 20:50:42 +000050Friday 29, 2008 at 9:59 p08

    To Dedi : jawaban saya bukan “Tuhan lebih tau Kok” seingat saya, saya g prnah jawab sepereti itu. theologi bukan enak ato ga enak, teologi lebih dr itu, teologi berada dalam ranah berpikir dan bertindak manusia. so, kita jgn terjebak dgn teologi feodal yang mengajak kita untuk berpasrah diri. OK, konstruksi [bukan rekonstruksi :)] berfikir saya bisa menjawab itu semua, tetapi apakh tidak bs didiskusikan? sendiri kita kaji, berdua kita diskusi, bertiga kita aksi.
    thks broth…
    regards

    idrus said:
    pmpSat, 16 Aug 2008 17:37:03 +000037Saturday 29, 2008 at 9:59 p08

    semoga sukses dapat bini iluk dikit bia enak di pandang mato
    jangan lupo dengan kanti-kanti lamo maso di jogja yang pernah samo-samo hidup dalam penderitaan

    Afif Amrullah said:
    pmpMon, 18 Aug 2008 19:39:52 +000039Monday 29, 2008 at 9:59 p08

    ded, pa kbr? ada yg baru d blog gw! kunjungi, baca dan komentari😀

    joemardi poetra said:
    pmpTue, 19 Aug 2008 18:54:17 +000054Tuesday 29, 2008 at 9:59 p08

    apa bae gawe kawan kini nco..kosq lah pindah sekarang. bimokurdo sapen, no. 45. main lah ke kosq. bareng ma widodo jambi. tetap merdeka..

    anjasmara said:
    pmpThu, 28 Aug 2008 15:55:06 +000055Thursday 29, 2008 at 9:59 p08

    proposalnya dh aku kirim via email, u baca dan kasih masukan, nanti aku hubungi lagi. syiiip pokoke

    Afif said:
    pmpSat, 13 Sep 2008 23:26:48 +000026Saturday 29, 2008 at 9:59 p09

    OL lo Ded? YMan yuk, ada yg mo gw omongin ma lo!

    cantigi said:
    ampFri, 19 Sep 2008 02:57:49 +000057Friday 29, 2008 at 9:59 p09

    makasih udah maen ke cantigi™ ya.. ^_^

    iswanto (oechil) said:
    ampSat, 20 Sep 2008 04:07:55 +000007Saturday 29, 2008 at 9:59 p09

    ded aku kaget setelah aku buka blog tbi aku lihat blog u ,,,
    ded aku kangen sama teman-teman alumni angkatan kita ,,,
    ded kamu selalu dikirimin salam sama pa najib, trus bl u baca tulisan w u call w ya ,, 085295777724

    tuyi said:
    ampMon, 22 Sep 2008 06:26:02 +000026Monday 29, 2008 at 9:59 p09

    salam kenal dari kota bawang…..
    kalo lagi suntuk mampir ke blogku ya…? dijamin fres kembali
    http://bulakamba.wordpress.com

    ibrahimo said:
    ampMon, 22 Sep 2008 07:57:00 +000057Monday 29, 2008 at 9:59 p09

    ayo ps-an aja

    @ one said:
    pmpWed, 24 Sep 2008 18:49:50 +000049Wednesday 29, 2008 at 9:59 p09

    ded ni gw awan gabah lampung city
    mo gedor pintu?boleh masuk ga?

    @ one said:
    pmpWed, 24 Sep 2008 18:50:50 +000050Wednesday 29, 2008 at 9:59 p09

    ded dah masuk ni gwa?

    awan gabah lampoeng said:
    ampThu, 25 Sep 2008 06:02:24 +000002Thursday 29, 2008 at 9:59 p09

    lopes gmn kbr u?sehat?
    gmn keadaan jogja sekarang?
    gwa kangen pingin kumpul lagi dengan temen2?
    gmn perjuangan anak2 jogja sekarang?

    awan gabah lampoeng said:
    ampThu, 25 Sep 2008 06:05:11 +000005Thursday 29, 2008 at 9:59 p09

    klo lo baca ni pesen?
    ni email gwa yang baru henkyperdana@yahoo.co.id
    ocre coy’s?

    joemardipoetra said:
    ampThu, 25 Sep 2008 06:19:16 +000019Thursday 29, 2008 at 9:59 p09

    pie kabare bung?
    mau tahu kabar perpustakaan di dusun empelu, lansung saja kunjungi webq: http://www.joemardipoetra.wordpress.com
    sori, belum bisa lansung ngirim ke emialmu, masalahx di bungo, lodingx terlalu lama.
    salam hangat dari kanti-kanti dusun buat dedi seorang.

    apri said:
    ampFri, 26 Sep 2008 05:40:35 +000040Friday 29, 2008 at 9:59 p09

    ati2 kalian ni jangan sering berbicara soal teologi. ku numpang lewat ya pak.

    @ one said:
    ampSun, 05 Oct 2008 09:36:49 +000036Sunday 29, 2008 at 9:59 p10

    ded piye kbare?
    pas gwa buka blok u e…..ternyata ada foto nyonya kaget gwa?bagus juga?
    pesen buat yang di foto?
    knapa cuma numpang lewat aja?
    ga’ sekalian ngejogrox aja?he…he…he…
    oya ded?u masih sering kesleman ga?gwa kangen bgt pingin kesana tp gmn?gwa skrg dah punya gandengan yaitu istri. sorry gwa ga ksh kbr u?soalnya pas u kelampung gwa suruh mampir ngomong ga ada kndraan?padahal gwa pingin kasih tau u?klo u dtng kerumah gwa?

    abdirrahman said:
    ampMon, 06 Oct 2008 09:37:15 +000037Monday 29, 2008 at 9:59 p10

    woui ded, ini webq yang perdana

    mamas86 said:
    ampThu, 30 Oct 2008 09:48:06 +000048Thursday 29, 2008 at 9:59 p10

    Salam kenal dari Anak Rimbo Bujang (TEBO). Maen ke blogku yuk…
    Ntar kita tukeran link..

    DJAMBI-KOHA said:
    ampWed, 12 Nov 2008 05:03:58 +000003Wednesday 29, 2008 at 9:59 p11

    Mari menulis untuk memperkenalkan jambi kepada dunia, salam kenal..

    mamas86 said:
    ampSat, 15 Nov 2008 04:37:06 +000037Saturday 29, 2008 at 9:59 p11

    Bozzz… Ikutan gabung di Blogger Jambi Di situ ada temen2 blogger dari jambi.

    Dayat said:
    pmpMon, 17 Nov 2008 16:31:06 +000031Monday 29, 2008 at 9:59 p11

    Yach..lumayanlah blognya kreatv jugak.mo komen yg jelek2 gak enak,ntar ktauan belang lu,he3x..

    hidayat lubis said:
    pmpFri, 28 Nov 2008 12:53:09 +000053Friday 29, 2008 at 9:59 p11

    okeh ded, pajang donk link ku ye…., linkmu udah tak pajang. cek ajah

    hidayatlubis said:
    pmpSun, 30 Nov 2008 15:05:41 +000005Sunday 29, 2008 at 9:59 p11

    gimana ded komen ku di artikel pornografi mu…, berkelas gak???!!!

    Afif Amrullah said:
    pmpThu, 04 Dec 2008 21:21:05 +000021Thursday 29, 2008 at 9:59 p12

    Bung, tiap gw berkunjung ke blog lo, senyum gw pasti tersimpul di bibir ini dan mencapai klimaksnya sampai terbahak-bahak. tau ga napa gw mpe ketawa terbahak-bahak? gw ketawa liat photo lo yang di sidebar; nyengir kayak k**o di sawah hehehehe
    bcanda bro.

    Afif Amrullah said:
    pmpThu, 04 Dec 2008 21:24:59 +000024Thursday 29, 2008 at 9:59 p12

    Duto Sri Cahyono said:
    pmpMon, 12 Jan 2009 12:53:16 +000053Monday 29, 2008 at 9:59 p01

    Bro, mauanya ane berlama-lama di blog ini. Cuma mata tua ini sangat tidak mentoleransi tulisan dengan background hitam.
    Salam kenal aja ya…

    joemardipoetra said:
    ampFri, 23 Jan 2009 11:25:59 +000025Friday 29, 2008 at 9:59 p01

    woi, sibuk nian po…sampai-sampai blognya ga’ pernah ditemani dengan anak kata-kata kekinian

    joemardipoetra said:
    pmpSat, 14 Feb 2009 14:03:48 +000003Saturday 29, 2008 at 9:59 p02

    selamat wisuda bung…mudah2n cpt dpt kerja dan buruan mantenan yo….

    hidayat lubis said:
    pmpSat, 16 May 2009 16:41:43 +000041Saturday 29, 2008 at 9:59 p05

    ded, tukeran link ya, blog baruku (www.hukum-islam.co.cc)

    Dedi Syaputra responded:
    pmpFri, 26 Jun 2009 19:40:39 +000040Friday 29, 2008 at 9:59 p06

    Amerika dan sekutunya kebakaran jenggot, setelah kemenangan Ahmadinejad yang kedua kalinya. wajar AS dan Sekutunya kebakaran jenggot, karena sebuah kebiasaan yang dilakukan oleh negara adi daya tersebut, ketika sebuah negara yang tidak mau berlutuk kaki kepada AS dan anteknya.

    menurut saya yang perlu dilakukan oleh AS adalah diplomatis, jangan jadi negara provokator trus, persoalan dalam waktu yang singkat, AS adalah musuh bagi dari hambanya sendiri.

    yang dibutuhkan oleh dunia-dunia yang bakal maju dari AS adalah kesamaan HAK, atas keadilan. contoh Hak Veto perlu direvisi kembali. IRan butuh NUklir juga, KOrut sama, kenapa harus ada perbedaan. konsep demokrasi yang digagas oleh AS kenapa dilanggar sendiri?????

    malu donkk???

    Dedi Syaputra responded:
    pmpSat, 04 Jul 2009 17:00:52 +000000Saturday 29, 2008 at 9:59 p07

    mencoba untuk berkomentar atas statman andi malaranggeng, menurut hamat saya, ucapan andi tidak mencerminkan seorang politikus yang menunjukan bahwa seseorang yang sangat menghargai kebebasan untuk keberpihakan, seharusnya andi banyak belajar tetang pendidikan multikultural dan political kultural.

    kedua, statman andi mengkardilan masyarakat sulawesi sendiri, baik dalam kancah politik maupun keebebasan berpolitik

    ketiga. statmen itu bisa menghancurkan tatanan nilai budaya masyakat sulawesi, yang sangat menjunjung nilai kebudayaan.

    saran saya, main cantik seharusnya. oc

    juparno hatta said:
    pmpSun, 19 Jul 2009 13:52:11 +000052Sunday 29, 2008 at 9:59 p07

    halo bang apo kaba?

    joemardipoetra said:
    pmpWed, 22 Jul 2009 15:46:53 +000046Wednesday 29, 2008 at 9:59 p07

    Di tunggu Komentarnya….

    Hidup tak Sekedar Urusan Perut

    Tentang sebuah Desa yang tak kunjung maju, bahkan justru tertinggal
    Apakah mereka sedang tertatih-taih oleh ketidaktahuan
    Apa yang harus dilakukan untuk mengubah itu semua

    Dalam setiap kesehariannya, usai shalat Shubuh, hampir keseluruhan penduduk di Desa Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi (mungkin juga terjadi di hampir keseluruhan pelosok Desa di negeri ini) berbondong-bondong memecah sunyi dan berjalan mengikuti irama bunyi sepatu bot, sandal jepit serta gesekan bersahabat antara kaki dan batu kerikil sepanjang jalan. Tujuannya bermacam-macam, ada yang ke sawah untuk menanam atau bahkan memanen padi, ada juga yang ke kebun karet dan masih banyak aktivitas penyambung hidup lainnya yang dilakukan oleh mereka dalam sehari-hari. Sungguh indah lukisan masyarakat desa tersebut, manakala para seniman lukis gemar memindahkan potret riil tersebut ke dalam beragam ukuran kanvas. Namun yang pasti, kisah tersebut menggambarkan ada semangat yang serentak untuk menghargai kehidupan sebagai titipan Ilahi yang harus diolah dan dimanfa’atkan.
    Waktu pagi adalah luapan rezeki yang sangat dinanti. Ada idiom yang berkembang di kalangan orang tua di Desa itu yang kebetulan selalu menjadi menu utama nasihat pada anak-anaknya: nak, jangan tidur di waktu pagi, nanti kamu kehilangan rezeki. Begitu nasihat yang secara turun temurun terjaga sampai saat ini.
    Semua berderu dalam kerja nyata, bukan mimpi yang selalu dianak pinak oleh sikap malas tentang kekayaan yang tidak dilalui dengan proses menggali, mencari dan memanfaatkan segala sesuatu yang Halalan Toiiban di muka bumi ini, atau bukan tawaran ilusi dari para pemain sinetron tentang kekayaan yang datang serba dadakan.
    Bagi mereka, kerja keras adalah manifestasi dari sikap kesungguhan yang telah lama ditempa oleh generasi sebelumnya, bahkan juga bagian dari didikan alam. Fakta menujukkan, banyak orang yang mengakui sifat kerja keras mereka, bahkan sangking tingginya etos kerja yang dimiliki, hari piknik bersama buah hati dan istri, apalagi sanak keluarga jarang ada di dalam kamus hidup mereka. Singkat kata, bekerja dan bekerja. Begitu lah putaran waktu dalam pikiran dan tindakan mereka.
    Akan tetapi, sebagai manusia yang hidup di zaman samacam ini, sebuah zaman yang tidak lagi mengenal tapal pembatas antara teritorial sebuah Negara, Provinsi, Kabupaten, Desa, dan sampai batasan yang cukup abstrak sekalipun seperti identitas diri, dan kelompok ternyata tak lagi relevan dijaga dengan super kaku dan ketat. Pendek kata, tindakan pelarian dari garis sejarah yang sedang berkembang saat ini resiko nya adalah dilindas oleh lawan tampa ampun dan kasihan. Dengan demikian, harus ada progressive changes dalam pola pikir masyarakat dan aparat Pemerintah Derah setempat sehingga kelak mampu menerima segala macam tradisi positif yang sedang berkembang di jagat alam raya ini.
    Pertanyaanya adalah, selesai kah sebuah pekerjaan sebagai bagian dari sejarah yang praksis ketika kerja keras hanya berkaitan dengan penumpukan harta di sebuah gudang yang telah direncanakan pada malam harinya bersama buah hati dan sang istri. Kalau hal itu benar tejadi, bukan kah ini adalah bentuk dari masyarakat yang menuhankan isi perut ketimbang proyeksi tentang masa depan yang maju dan sentosa. Di samping itu, sudahkah merasa puas mewarisi tradisi atau ilmu yang serba terbatas kepada generasi berikutnya. Seandainya hal ini juga terjadi, bukan kah ini pertanda masyarakat kita sedang dijangkit penyangkit enggan berbenah diri dan gemar menutup diri.
    Menurut hemat saya, Desa Empelu (atau bahkan Desa lainnya) jangan lagi sebatas lumbung harta yang tidak bermanfa’at bagi keberlansungan sejarah peradaban manusianya, atau jangan lagi menjadi kambing congek para Konglemarat, Toke, atau Juragan kota-desa yang hanya memikirkan keuntungan pribadi. Hari ini jangan lagi dipahami sebatas hari ini, melainkan hari esok sudah harus dicanangkan jauh sebelumnya. Maka dalam perspektif ini lah nantinya kerja keras memiliki korelasi yang erat dengan perbaikan kualitas hidup masyarakat desa.
    Bagaimana mewujudkan hal itu, tentu harus ada revolusi berpikir dan bertindak demi satu cita-cita yang tak lekang di makan waktu, yaitu perlunya menggalakkan semua komponen masyarakat untuk berjuang bersama-sama melahirkan generasi yang siap tanding dalam segala macam situasi dan kondisi. Untuk mewujudkan harapan tersebut tentu harus ada pemahamaan filosofis dan upaya-upaya strategis, seperti mewujudkan gerakan ayo bersekolah, ayo majukan lembaga pengajian Majelis Ta’lim, dan ayo majukan segala macam bentuk pertemuan muda-mudi, serta para orang tua yang diharapkan mampu merajut tali persatuan, sehingga gejolak konflik horizontal yang sering terjadi selama ini bisa diredam.
    Diakui, selama ini semua sektor pengembangan diri (formal-informal-nonformal) tampak berjalan rapi, misalnya, tiap tahun tingkat aksessibilitas terhadap pendidikan formal dinilai meningkat, terutama pada jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), sedangkan untuk Perguruan Tinggi (PT) masih cukup rendah, karena disebabkan banyak faktor, di samping belum adanya kesadaran akan pentingnya melanjutnya studi ke jenjang yang lebih tinggi, juga karena biaya kuliah yang kian melonjak tinggi. Sementara lembaga/komunitas pengajian Majelis Ta’lim di waktu sore menjelang maghrib juga tetap diadakan hingga kini, dan ragam pertemuan para pemuda serta orang tua juga ramai dilakukan.
    Akan tetapi, kembali kita dijejal sebuah pertanyaan mendasar yakni sudah kah aktivitas tersebut menjadi wadah pembangunan serta pengembangan bagi seluruh Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada, atau hanya aktivitas yang justru miskin nilai. Tentu ini adalah pekerjaan berat kita semua untuk berani mengakui dan menelaah ulang budaya yang sudah kadung mentradisi dari setiap generasi hingga kini.
    Singkat kata, sebagai langkah awal, menurut hemat saya ada beberapa catatan yang harus digaris bawahi, terutama oleh Pemerintah Daerah maupun masyarakat Desa itu sendiri, yaitu:
    Pertama: adanya jaminan memperoleh pendidikan, terutama bagi mereka yang tidak mampu. Kesempatan tersebut harus dilanjutkan dengan mengubah cara pandang terhadap sekolah, yakni sekolah tidak lagi dipahami sebatas aktivitas yang dipenuhi oleh gengsi sosial atau ikut-ikutan, melainkan pilihan yang diawali oleh kesadaran tingkat tinggi, baik dari individu maupun orang tua atau bahkan pemerintah setempat tentang pembenahan kualitas pribadi dan perbaikan sosial, ekonomi dan budaya. Kenapa? Karena pendidikan hingga kini diyakini mampu melakukan mobilitas vertikal secara cepat. Dalam bahasa Jhon Dewey, education is social continuity of life.
    Kedua: lembaga atau komunitas pengajian Majelis Ta’lim yang ada di setiap rumah maupun surau tidak lagi dilakoni layaknya nahkoda tanpa Kompas dan Peta, melainkan harus ada target untuk mentransformasikan nilai-nilai agama yang inklusif dan bersedia menerima segala macam tradisi baru (baik yang datang dari dalam maupun luar) untuk menjadi way of life dalam mengaruhi bahtera rumah tangga atau dalam komunitas yang lebih besar (negara).
    Ketiga: pendidikan non-formal, seperti pengajaran keterampilan harus selalu digalakkan dan disiapi secara matang sebagai sikap aktif dan solutif untuk mengantar masyarakat Desa agar bisa berperan serta dalam mengarungi kehidupan di zaman yang semacam ini, terlebih mengingat sumber daya alam kian berkurang. Ketika sumber daya alam surut, sumber daya manusia lah yang harus selalu dikembangkan, karena hanya ini yang bisa menjadi solusi jangka panjang. Contohnya, tidak sedikit negara yang tidak memiliki aset sumber daya alam justru bisa berkembang dengan pesat, sebut saja negara Jepang dan Singapura.
    Sedangkan untuk pertemuan informal, seperti pertemuan para pemuda atau orang tua juga harus mulai bergeser dari paradigma lama yakni dari obrolan tanpa isi, atau dalam bahasa jawa hanya sebatas leyeh–leyeh sing ora mutu (obrolan santai yang tidak bermutu) menjadi pertemuan yang berkualitas, salah satu contohnya adalah selalu berupaya mewujudkan iklim komunikasi dan interaksi yang kondusif dan bersahabat antara sesama, sukur-sukur dari obrolan informal tersebut lahir ide-ide cemerlang tentang perbaikan kualitas hidup bersama. Sehingga budaya partisipatif serta jauh dari kepentingan individual yang picik bakal menghantarkan mereka dalam keadaan tenang dan tenteram.
    Maka dengan ini, tentu kemungkinan hari cerah bagi kemajuan Desa Empelu bisa tercapai. Adalah merupakan suatu kebahagiaan, manakala Desa Empelu berkembang bukan karena semata-mata mengandalkan Sumber Daya Alam dan tujuan duniawi yang hanya memikirkan kegemukan perut, tetapi karena keinginan yang kuat dari segala komponen masyarakat untuk menjalani drama kehidupan yang lebih berharga dan bernilai, salah satu bentuknya adalah mementingkan pendidikan (formal-informal-nonformal) -sebagai wadah strategis untuk memperoleh ragam macam ilmu- selanjutnya bakal melahirkan generasi yang kritis, terbuka dan siap mengarungi era yang dalam pandangan Anthony Giddens disebut era running away.
    Solusi yang terdapat dalam tulisan ini bukanlah jauh panggang dari api, melainkan siraman pengalaman yang bertubi-tubi membuat saya (mungkin juga kawan-kawan yang lain) sebagai anak Desa yang kebetulan sedang hidup di sebuah kota yang notabene jauh lebih unggul (SDM -red), merasa terenyuh dan tak jarang meratapi tanpa air mata betapa orang-orang di Desa ku sedang berjalan tanpa Kompas dan Peta, dan sekaligus sedang dibawa oleh nahkoda (Pemerintah daerah Hingga Kades sekalipun) yang tidak mengerti apa-apa tentang pelabuhan yang bakal dituju.
    Akhirnya, harus ada political will sekaligus political action dari semua lapisan masyarakat, terutama pemerintah dan para insan-insan pendidikan untuk memikirkan bagaimana mengevaluasi pemahaman-pemahaman yang justru di lapangan jauh dari keinginan untuk menghasilkan perubahan yang fundamental di Desa Empelu tersebut.
    Dalam kasus tertentu, khusus bagi bapak Pemerintah Daerah serta Kepala Desa agar mensegerakan diri mencari tindakan-tindakan preventif guna mengatasi ‘krisis’ yang sedang terjadi di tempat yang sedang dipimpin dan sekaligus memanfa’atkan segala pontensi (SDA-SDM) yang dimiliki untuk mewujudkan Desa yang betul-betul memiliki orientasi pengembangan Sumber Daya Mansuia secara berkesinambungan. Seandainya ada kebijakan-kebijakan yang justru memperlamban atau membatasi proses pengembangan diri masyarakat Desa harus segera dimusnahkan, seperti kebebasan berorganisasi dan mengemukakan pendapat.
    Dalam imagi nakalku, terkadang sempat terlontar satu anggapan yang tampaknya cukup menggelikan, tetapi kalau dilihat dalam perjalanannya mungkin ada benarnya. Proses lahirnya Istilah nakal tersebut karena melihat rekam kejanggalan yang terjadi di lapangan. Di satu sisi, Desa empelu itu memiliki kekayaan alam yang mencukupi, namun karena tidak dikelola dengan baik, kekayaan tersebut hanya berguna untuk berlomba-berlomba menggemukkan perut dan status sosial, sementara di lain sisi para pejabat juga terlihat santai, tidak memiliki orientasi masa depan, mungkin hal itu dikarenakan mapan oleh jaminan ekonomi, kesehatan dan fasilitas lainnya yang telah didapatkan semenjak awal bekerja. Maka saya mengistilah Desa Empelu itu sebuah Desa sing ora sido makmur (Desa yang tak jadi makmur).
    Karena memang dari sudut etimologi Ora Sido Makmur kurang mendukung terciptanya adrenalin masyarakat yang berkinginan maju, maka saya mengusulkan agar nama Desa Empelu (sing ora sido makmur -imagi-red) dirubah menjadi Desa Maju Sentosa. Harapannya adalah, di samping menjadi Desa yang memiliki lumbung harta yang Halalan Toiiban juga sekaligus memiliki generasi yang cerdas dan amanah, sehingga suatu saat masyarakatnya bisa maju dan sentosa, tur tidak gampang dibodohi.
    Apa yang dimaksud dengan Maju. Secara sederhana, maju adalah potret individu atau masyarakat yang memiliki kesiapan intelektual, (ditemani kekuatan moral dan ketaatan hukum) untuk siap bertanding dalam kancah peradaban dunia saat ini. Sedangkan sentosa adalah satu keadaan jiwa yang tenang, tentram dan mampu membentuk perilaku sosial yang tidak mendahulukan ego pribadi maupun kelompok. Semua menyatu dalam kesejahteraan yang adil.
    Pertanyaan pokok dalam tulisan ini adalah:

    Betul kah gambaran di atas juga sedang terjadi Desa anda, apa yang harus disikapi dan bagaimana upaya tindak lanjut untuk mengatasinya?

    Yogyakarta, 22 Juli 2009

    Pendapat pribadi,

    Joemardi Poetra

    dedi responded:
    ampFri, 21 Aug 2009 03:43:14 +000043Friday 29, 2008 at 9:59 p08

    itulah sebagian warna warni kehidupan masyarakat indonesia, ada yang mernarik terhadap tulisan tersebut, yaitu ketidak pantasan manusia untuk menyia-yiakan waktu di kala subuh terhenti, karena itu waktu yang paling istimewa serta di takut buat sebagian orang.

    khusus desa empelu, identitas yang belum terpengaruh oleh warna serta hasil dari sebuah keilmuan, ketika ada hal yang membuat dia akan berubah, maka ketika itupula sistem lama akan berubah untuk membangun sebuah sistem baru yang sangat sistematis serta buah dan warna keilmuan tersebut akan tampak. sekarang kita masih nunggu hal tersebut datang atau di datangkan dengan irama yang sesuai kontek masyarakat tersebut.

    saya yakin suatu saat desa anda akan berubah dengan apa yang anda harapkan, hal inilah yang akan membentuk sebuah historikal baru terhadap desa anda.

    yang jadi permasalahan apakah anda akan datang membawa perubahan tersebut, atau anda sebagai otokritik yang tergores di kerta yang belum punya arti terhadap perubahan di desa anda.

    terima kasih anda telah mengkritik desa saya. ASS

    dedi responded:
    ampFri, 21 Aug 2009 04:06:24 +000006Friday 29, 2008 at 9:59 p08

    kemerdeka sebuah identitas bangsa yang terkoyakkan

    64 tahun setelah kemerdeka, usia yang sangat matang bagi manusia untuk mengemban amat sebagai seorang manusia. 64 tahun sebuah identitas hidup yang sangat semperna.

    ini kemudian yang membuat sebuah diagnosa yang tidak bagus oleh sebagisn masyarakat kita, mencabit, mencoreng, serta membuat mereka tidak adil diantara mereka sendiri. pertama : tororisme kedua, keadilan sosial, ketiga, kesamaan depan hukum.

    isu toror yang terjadi sangat mencorengkan martabat serta harga diri indonesia, padahal indonesia sebuah negara yang bunya segudang adat istiadat , budaya, dan beribu juta kriatifitas yang di bentuk oleh masyarakatnya sendiri sesuai dengan karakter, ilustrasi, dan imajinasi sendiri-diri.

    teror sebuah tindakan pidana yang sangat berat, karena efek yang timbulkan olehnya membangun sebuah paradikma ketakutkan dan was-was kepada setiap orang, ini yang dikatakan melanggar hak asasi manusia karena fredom yang di miliki oleh orang sudah dipakas dengan rasa takut serta keyamanan dalam berpergian sudah tiada lagi.

    kedua, keadilan sosial

    keadilan sosial, menurut penafsiran bung karno adalah tidak ada yang membedakan atas dasar hak seseorang untuk jadi kaya atau sebalikanya, akan tetapi ada sebuah usaha dari pihak yang padasarnya sebuah tanggung jawab mereka atas hal tersebut. contoh pemerintah kita, harus ada sebuah usaha baru untuk membuat sebuah keadilan sosial, meskipun keadilan perspektif manusia, harus dijalankan. usaha itu yang sangat dibutuhkan yang diikuti dengan membetuk cara lain untuk mengetaskan minsala, kemiskinan, kuliah biaya murah, semua orang bisa mengakses pendidikan, tidak ada clasifikasi dalam memberi kesejahteraan kepada daerah. dll.

    kesamaan didepan hukum

    kasus yang tidak mementikan asas keadilan, saya melihat banyak sekali, prita, anak yang ditangkap diduga main judi, ini harus cepat diambil tidakkan, karena meletakan sebuah hukum tidak pada tempatnya. bicara hukum jangan hukum ditegakan demi kepentingan hukum semata, tatapi kepentingan keadilan(law for justiec)

    tardisambung lagi battra lowbet

    Iip Latifah said:
    ampSat, 14 Nov 2009 02:30:20 +000030Saturday 29, 2008 at 9:59 p11

    Ass,Salam Kenal Buat kang Dedi Syaputra Luar Biasa You My inspiration saya kagum kang Teruslah berkarya ……

    dedi syaputra responded:
    ampMon, 23 Nov 2009 04:49:06 +000049Monday 29, 2008 at 9:59 p11

    buat latifah makasih atas kritikan dan apresiasinye, saya ucapkan salam kenal… kita sering-sering aja berkumunikasi.. take and give aja

    abdul latif said:
    ampWed, 16 Dec 2009 04:04:41 +000004Wednesday 29, 2008 at 9:59 p12

    Assalamulaikum Wr, Wb.

    terima kasih udah ngajarin banyak hal tentang IT

    Dedi Syaputra responded:
    pmpSun, 17 Jan 2010 16:45:31 +000045Sunday 29, 2008 at 9:59 p01

    kamu orang mana sih,

    dayat said:
    pmpThu, 21 Jan 2010 14:47:51 +000047Thursday 29, 2008 at 9:59 p01

    Teruslah berkarya my brur!!!

    Dedi Syaputra responded:
    ampSat, 23 Jan 2010 05:29:19 +000029Saturday 29, 2008 at 9:59 p01

    makasih kawan, kamu juga harus terus berkarya.
    salam keluarga

    awank said:
    pmpThu, 04 Feb 2010 20:28:44 +000028Thursday 29, 2008 at 9:59 p02

    mampir sedilit……

    😛

    awank said:
    pmpThu, 04 Feb 2010 20:29:46 +000029Thursday 29, 2008 at 9:59 p02

    panjang bgt komennya….hehehehe

    hendra muhada said:
    pmpSat, 03 Jul 2010 14:33:36 +000033Saturday 29, 2008 at 9:59 p07

    Cukup bagus refleksiny jhooo… tp klu bisa harus lebih banyak refrensi lagilah… biar muntah… aku ini mbaca blog mu ini kawan… Wakakkakakakkakkaka…..

    Terimakasih… terimakasih…..

    Dedi Syaputra responded:
    pmpMon, 05 Jul 2010 17:48:56 +000048Monday 29, 2008 at 9:59 p07

    wkwkwk, makasih kawan

    kopral cepot said:
    pmpTue, 17 Aug 2010 19:53:25 +000053Tuesday 29, 2008 at 9:59 p08

    Bos .. pernah bekunjung ke melayuonline.com sejarahnya lumayan kumplit.

    btw salam kenal n hatur tararengkyu😉

    Dedi Syaputra responded:
    ampThu, 19 Aug 2010 07:22:39 +000022Thursday 29, 2008 at 9:59 p08

    sudah, jika mas kopral punya data kenapa tidak anda berbagi dengan saya. ty

    ariflarosarch said:
    ampWed, 06 Oct 2010 09:07:11 +000007Wednesday 29, 2008 at 9:59 p10

    salam kenal,….. blog yang inspiratif

    Dedi Syaputra responded:
    ampThu, 07 Oct 2010 08:19:29 +000019Thursday 29, 2008 at 9:59 p10

    salam kenal juga sahabat ku arif; makasih atas pujiannya;

    torik bin jihad said:
    ampSun, 10 Oct 2010 01:05:34 +000005Sunday 29, 2008 at 9:59 p10

    terus asah ketajaman akal dan qolbu.sehingga antum mengetahui apa yang dibutuhkan ummat manusia tentang solusi dalam masalah2 kehidupan saat ini.antum akan seperti sumber air j
    zamzam yang tak pernah habis?

    Dedi Syaputra responded:
    ampSun, 10 Oct 2010 04:49:35 +000049Sunday 29, 2008 at 9:59 p10

    makasih banyak saudara torik bin jihad; motovasi mu akan saya coba untuk saya lakukan. dan juga makasih telah datang dan komen di blok yang sederhana ini. salam knl..

    viragasta said:
    ampMon, 28 Nov 2011 07:29:00 +000029Monday 29, 2008 at 9:59 p11

    Bg dedy… ada data tntng sjrh desa empelu dk ? tlg krm k gustiar_jamalludin@yahoo.co.id
    by gustiar ank dtk jari sblh rmh sblh bngkel suka damai hahaha

    Dedi Syaputra responded:
    ampMon, 05 Dec 2011 05:16:12 +000016Monday 29, 2008 at 9:59 p12

    viragasta maaf bang tidak memiliki makalah tetang hal tersebut, coba u hubungi adik ade bang di empelu, saya pernah baca sejarah empelu karya dia. ty

    Goestyar 'Blog said:
    pmpFri, 09 Dec 2011 14:05:15 +000005Friday 29, 2008 at 9:59 p12

    maksih bg atas partisipasinya. kini ngan lg d Jambi

    Goestyar 'Blog said:
    pmpFri, 09 Dec 2011 14:05:46 +000005Friday 29, 2008 at 9:59 p12

    goestyar.wordpress.com

    Dedi Syaputra responded:
    pmpMon, 27 Jun 2016 16:10:34 +000010Monday 29, 2008 at 9:59 p06

    oke.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s