Rasio dan Kepercayaan

Tuhan datanglah kedalam pikiran Q*

Manusia seluruhnya memiliki beberapa jenis kepercayaan, bagaimana mereka sampai kepada kepercayaan-kepercayaan itu sangat bervariasi, dari argumen yang dinalar sampai kepada keimanan buta. Sebagian kepercayaan berdasarkan pengalaman personal, pendidikan, dan indoktrinasi. Banyak kepercayaan yang tak diragukan lagi merupakan bawaan, kita dilahirkan bersama kepercayaan itu sebagai akibat dari fakta-fakta evolusioner[1]. Beberapa kepercayaan yang kita rasakan dapat kita temukan landasan pembenarannya. Dalam Agama Islam kita menemukan adanya Al-Qur’an dan Hadis Nabi sebagai pedoman hidup, Kristiani ada Injil dan sebagainya.

Continue reading Rasio dan Kepercayaan

Tanggapan

IDENTITAS ETNIS DAN AGAMA DI POLITIK INDONESIA MENGUAT

Analisis Wacana oleh Dedi Syaputra

Kompas, Senin, 5 Mei 2008 | 13:53 WIB

JAKARTA, SENIN – Riset Demos 2007-2008 menunjukkan, identitas etnis dan agama dalam konteks politik lokal semakin menguat. Menurut Koordinator Survey Demos Syafa’atun Karyadi, hal ini dipengaruhi rezim Orde Baru yang membuat masyarakat terdiskriminasi dalam banyak hal. Tentu saja, jika terus berkembang, indikasi ini dapat menjadi suatu ancaman terhadap nasionalisme Indonesia yang idealnya dicirikan dengan identitas kewarganegaraan. “Saya pikir ini dalam proses menuju identitas kewarganegaraan.Tapi kalau ke depannya ini terus berkembang, ini bahaya karena hanya akan mementingkan kepentingan kelompoknya sendiri,” ujar Syafa’atun di Jakarta, Senin

(5/5).

Continue reading Tanggapan

Kontrak Dagang Kerajaan Melayu dengan VOC 1643-1763

Oleh : Marahalim Siagian (Mahasiswa Pasca Sarjana UGM)

Kerajaan Melayu di Jambi pada abad ke-17 telah menjadi bagian dari perdagangan internasional yang intensif, khususnya dalam komoditi rempah-rempah seperti lada yang sangat tinggi nilainya pada jaman itu. Perserikatan Perusahaan Hindia Timur atau Nederlandsche Oostindiesche Compagnie (VOC) setelah mantap memonopoli perdagangan rempah-rempah di Batavia kemudian memperluas hubungan dagang nya dengan kerajaan-kerajaan Islam di Sumatera, antara lain dengan Kesultanan Jambi. Sumber arsip(1) bertahun 1643-1763 yang dirujuk, memberikan informasi yang bernilai sejarah untuk memahami kondisi Continue reading Kontrak Dagang Kerajaan Melayu dengan VOC 1643-1763

UNTUK SOSIALISME ABAD KE-21

catatan A. Umar Said

PRESIDEN VENEZUELA HUGO CHAVEZ MENGANJURKAN PENGAMBILAN KEKUASAAN

Barangkali, bagi banyak orang di Indonesia, terutama bagi para pendukung rejim militer Orde Baru, perkembangan situasi di banyak negeri-negeri Amerika Latin yang menunjukkan perubahan-perubahan ke kiri dan anti-AS, merupakan suatu hal baru yang mengherankan atau bahkan mengejutkan. Ini dapat dimengerti. Sebab, rejim militer Suharto telah memaksa rakyat Indonesia, sejak puluhan tahun, untuk bersikap memusuhi politik kiri yang anti-imperialisme dan anti-kapitalisme yang digariskan oleh presiden Sukarno, dan anti-sosialisme atau anti-komunisme.

Perkembangan situasi di Amerika Latin akhir-akhir ini makin menarik perhatian banyak orang di berbagai negeri di dunia, bukan saja karena terpilihnya mantan tapol perempuan (Michelle Bachelet) menjadi presiden terpilih di Cili, atau terpilihnya pemimpin gerakan petani suku Indian (Evo Morales) di Bolivia sebagai presiden yang anti-Amerika, tetapi juga karena aksi-aksi politik yang revolusioner presiden Venezuela, Hugo Chavez.

Continue reading UNTUK SOSIALISME ABAD KE-21

Sejarah Pendidikan dan Tanggung Jawab

Sejarah Pendidikan dan Tanggung Jawab
Oleh. Dedi Syaputra *
PROLOG
Dialektika pendidikan tidak lepas dari penindasan yang dilakukan oleh komunitas berkuasan pada saat itu, ketika kerajaan berkuasaan di Indonesia abad 15-16, pendidikan telah di kenal oleh masyarakat. Indikasinya bisa di lihat dengan sekolah Buddha di zaman Sriwijaya. Pendidikan tidak hanya sebagai penyaluran ilmu pengetahuan akan tetapi jauh lebih penting dengan tujuan melanggengkan kekuasaan raja dan keturungan. Materi yang di berikan tidak lebih darii strategi perang, budaya dan sasra. Materi yang wajib untuk keturunan raja adalah cara mempertahankan kakuasaan.
Memasuski fase kolonialisme. Kesempatan mengayam pendidikan bagi masyarakat masih terbatas yang diberikan oleh colonial belanda dengan program edukasi yang sering didengar politik etis . politik ini di kemukan oleh penjabat tinggi peradilan colonial perlemen negeri belanda bernama C. Th. Van Deventer. Pada tahun 1899 van deventer menulis sebuah buku yang berjudul “ utang budi” yang mengungkapkan bahwa belanda berhutang budi pada Hindia belanda cikal bakal Indonesia oleh keuntungan yang di perolehnya selama dasawarsa-dasawarsa yang lalu. Atas dasar ini, pidato Ratu Wilhelmina dari tahta tahun 1901 yang mengumandangkankan bermulanya zaman baru koloniali, yang lazim disebut politik etis<!–[if !supportFootnotes]–>[1]<!–[endif]–>. Dampak yang riil dari kebijakan politik etis ini adalah terbukanya kesempatan yang makin luas di kalangan pribumu untuk mencicipi bumbu pendidikan modernt ala barat. Wajah baru kesenjangan sosil dan perbedaan klas pun muncul dengan pemilahan orang yang memperoleh pendidikan antara lain golongan priyayi. Tapi dalam sebuah buku Burger, 1995, kebutuhan tenaga birokrasi yang semakin meningkat, perubahan peraturan pemerintahan mengenai jabatan birokrasi. Tetapi tetap saja orang yang mempunya stratifikasi social juga yang menentukan.
Continue reading Sejarah Pendidikan dan Tanggung Jawab

"Islam itu indah, dan suka keindahan"