Refleksi

Catatan harian yang terlupakan (Maaf kalau ketikannya ada yang salah, atau kurang, soalnya malas ngedit. Ini cerita Q ketika masih SMP dulu, malam ini Q BeTe coz gak bisa tidur, iseng-iseng ngetik inilah jadinya. “Jogjokarto 24 Juli 2008, jam 01.00 The and)

Cinta pertama

“Q* yang ditingglkan”

Q hidup dikeluarga yang serba berbagi, tetapi Q merasa cukup dan menikmati hal tersebut. Dengan mempunyaiAyah yang sangat pengertian dan Ibuk yang sangat sayang sama Q dan memeberikan suport yang membangun, juga Q memiliki adik sangat nakal tapi lucu dan pengertian terhadap abangnya, ya meskipun abangye yang tidak terlalu perhatian terhadap adik-adiknya, tapi Q belajar bagaimana cara menghargai, dan menyayangi orang, terutama adik-adik Q.

Pada awal Agustus 1990-an, Q dititipkan pada sebuah pondok pesantren swasta di salah satu Kabupaten di jambi yaitu muara bungo, Q didikan dengan ilmu agama dan ilmu lainnya, Q mersa semangat karena ada hal yang baru didalam kehidupan ku, begitu juga Hobbi Q suka mecari susuatu yang baru meskipun itu buruk di mata orang maupun baik dimata wali tuhan, tapi Q tidak peduli, yang penting Q Happy and Santai menikmati.

Suatu hari Q kenal ma seorang cewek, ya seorang gadis desa, lugu, cantik, kulit orang melayu, muka menyenangkan, banyak orang Qng padanya, dan tidak ketinggalan pintar lagi , (maaf bahasa Q campur maklum coz banyak orang yang sudah Q temukankan, juga katanya Indonesia multi dalam segala hal). Q suka bangat ma cewek itu, biar bangkit semanggat dalam belajar so akuorang pemalas, suka nongkrong dan nongkrong.

Suatu hari di lewat didepan asrama Q, lagi mau mengambil air bersih, karena di Ponpes Q sumur Zam-zam Cuma satu karena airnya jernih bangat makanya cewek-cewek putri sering lewat didepan asrama Q.Dengan mata melotot maklum kate orang cuci mata meskipun wali tuhan mengatakan zina mata, tapi Q masa bodoh yang penting Q bisa lihat tu cewek.

Benih-benih cinta mulai tumbuh, waktu makan terbayang wajahnya, disaat tidur mimpi senyumannya, disaat makan rasa kenyang datang begitu saja, disaat sendiri hati berkata “ dia lagi gapein ya”, sejak itu Q mulai belajar mencuri pandang, teman Q datang nama yani “hai Q lagi gain”, ah lho mau tahu aja deh, “sorry kawan, sebenarnya Q orang nya nggak suka curhat tetapi untuk hari ini Q terpaksa curhat nih ma kamu”, mau gak u mendengar curahan hati Q, boleh- boleh asal u bantu Q jawab seorang teman Q, bantu apa, besok ujian aq nyontek u ya ded, boleh satai saja yang penting nilai delapan, oke teman. Gitu lah teman-teman Q menyangka Q itu pintar, tapi Q menurut Q biasa-biasa saja.

Sore sekitar jam tiga waktu Asar masuk, dengingan azan merasuk ketelinga, dengan semanggat 45 Q mulai mempersiapkan diri untuk pergi kemasji Al-Mubarok[1], ya tujuannya banya, terutama bisa melihat cewek yang juga solat.

Dengan hati yang gembira berangkat, setelah tiba di masjid Q melihat gadis yang selama ini menpengaruhi pikiran Q.Sebenarnya Q belum kenal ma tu cewek, identitasnya dari mana Q belum tahu. Tidak lama kemudian suara qomat mengelitik telinga Q dan Q mulai berlari menuju Sof dan solat denga membawa pikiran terhadap gadis desa itu. Suara imam memngucapkan Assalamu’alaikum dan diikuti oleh makmum.

]Setelah selesai solat Q dan ayuk[2] bersama-sama pulang keasrama, dengan santai kami ngobrol, canda dan tawa. Ayuk Butet Q mau bertanya, da pa Q. Ayuk Q suka ma cewek itu, yang mana, itu ha, yang jalannya lenggak lenggok yang disamping kiri darmo. Oh itu tah? O………ya namanya Maryam, anak Teluk Pandak[3], dia siswa baru kok[4].oye………….oye. ayuk Q suka dengan dia, dan ingin rasanya bertatapan muka dan ngobrol dengan nya. Ya udah tar tak sampai salam ma Maryam, oke deh yuk “salam kenal dari Q”

Pada malam harinya, waktu itu malam minggu, biasa anak laki-laki dan anak-anak putri kumpul dirumah penggasuh[5], ya TV Cuma satu, di asrama tidak boleh bawa TV, kalau boleh Q duluan He he canda. Saya berdampingan dengan ayuk Butet, ‘ yuk gimana salam Q tadi dah di sampaikan pa blom” dah Q, oye, dengan hati yang sangat gak sabar ingin tahu jawaban, dengan santai ayuk butet mengatakan, salam kembali dan dia juga suka dengan kamu, “hati rasanya di taman surga dan ditiup oleh angin spoi-spoi ketika mendengar jawaban tersebut”

Malamnya saya mulai merangkai kata-kata, dan mengoreskan tinta diatas kertas surat cinta sisa milik teman Q.maklum baru mulai, besok kayaknya mau beli kertas surat sendiri dan biar setiap hari kita kirim padanya. Waduh Q lupa isi surat tersebut sorry saya lupa perbanyaknya, yang jelas soal seseorang pujangga yang suka pada seseorang pujanggi.

Siangnya, Q surah teman memberikan pada Maryam, beberapa saat teman Q datang, gimana dah kau kasih belom ma dia. Beres kawan dah saya berikan kok. Pada saat waktu istirahat, teman Maryam datang pada Q, namanya Liza , Q ada salam tu dari Maryam, salam pa, dia bilang “I Love You To”, benaran Za, Maryam bilang seperti itu, ya!!!! Tadi dia bilang. Woooooooooo hati Q berbunga-bunga, seolah-olah dunia milik Q.

Bagi tu lah setiap hari, Q dan Maryam saling memuja dan mencintai, baikmelalui surat maupun ketika bertemu di saat dia mengambil air di kolam zam-zam miliki guru Aswan[6].

Hari berlalu, bulan pergi, tahun berganti, pada akhir 90-an, Q lulus dari MTSS dan rencana ingin melanjutkan di Jawa[7], dan Maryam masih naik kelas III. Pada saat perpisahan anak-anak kelas 3, kita mengadakan sebuah pentas seni, dan diantara acaranya adalah Drama. Disaat itu kebetulan Q ditunjuk oleh Ibuk Guru[8] sebagia pemeran utama. Drama tersebut berjudul “Balas Dendam”. Alur ceritanya orang tua Q dibunuh oleh para pemabuk dan Q sebagai anak balas dendam atas perbuatan pemabuk tersebut. Dan kebetulan Maryam sebagai adik Q dalam drama itu. Aduh kebulan sekali, itu yang Q cari. Setiapkali latihan Q sering di sorak ma teman-teman, “Serasi tuh” kok bisa mereka ketemu dalam drama tersebut. Ya iyalah masak ya donk[9].

Pada saat hari H, kita mulai manggung, dengan sorakan semua penonton yang terdiri dari orang tua wali murid dan santri dan santriwati, Q merasa bangga dan terharu semua orang merasa terpana dan menghayati alur cerita tersebut, tampatnya ada juga salah satu dari orang tua yang nangis ketika melihat drama tersebut.

Oya Q ketika menulis surat dengan Maryam, sering Q tulis Ya Humairoh[10], pada hari itu juga orang tua saya datang dan pamit pada pengasuh untuk membawa saya pulang kerumah, ketika mau pulang, teman Q datang, Q, tadi Q bertemu sama Maryam, dia bilang surat-surat yang Q tulis diambila dan disobek ma orang tuanya, tadi ketika orang tua Mariam mengambil Rapornya didalam Tas, eh kedapat surat-surat cinta Q didalamnya.

Ketika mendengarkan imformasi dari teman Q, Q diam seribu bahasa, rasa marah, menyalahkan diri, rasa ingin menghadapma orang tua dia, tapi tidak bisa!!!!!~1

Sial,,,,,,,sial, ya udah Q santai saja tapi Maryam bilang saya sayang ma Q. Kebahagian Q muali kembali tumbuh direlungan hati. Kawan tolong sampaikan salam perpisahan dan katakan bahwa Q sayang padanya.

Pada tahun akhir 90-, saya berangkat ke Pulau Jawa untuk menlanjutkan jenjang pendidikan, sejak itu Q putus komunikasi dengan Maryam, pada tahun 2000 -an, Q pulang kampung untuk yang kali pertama sejak pergi keJawa, hampir sekitar 2 tahun Q tidak pernah pulang kampung.

Ketika saya sampai dirumah dah satu minggu, Q menemui teman teman lama Q, kebetulan satu kampung dengan maryam. Tapi usaha Q sia-sia karena tidak ketemu, kata teman Q maryam sudah nikah dengan serang guru SD menurut informasi dipaksakan oleh orang tuanya. Hati Q hancur, ibarat batu menerpa dada Q. Sudahlah mungkin ini terbaik baginya dan bagi Q. Rasa ingin ketemu kian memberonta dalam hati, meskipun Cuma melihat wajahnya saja Q sudah merasa bahagia tapi hal tersebut belum terpenuhi.

Pada suatu malam, Q kebetulan ngopi disana, di tempat teman Q, waktu Q mampir kesebuah warung dan melihat Maryam lagi duduk di tangga warung tersebut, soalnya warung itu punya tetangga rumahnya. Saya sapa pa kabar mariam dengan tersepu malu dan kaget Q da disitu, dia belum jawab sapaan Q langsung pergi. Tetapi Maryam masih seperti dulu tidak ada yang berubah, yang berubah adalah Maryam milik orang lain.

* Q adalah Dedi Syaputra, lahir di Desa Empelu, Muara Bungo-Jambi


[1] Masjid Terbesar di Muara Bungo

[2] Ayuk adalah panggilan wanita di atas usia Q

[3] Teluk Pandak nama sebuah Desa dan Berdampingan dengan Desa Q

[4] Maklum Q siswa lama dan 2 tahun

[5] Almarhum Bapak M. Tarmizi, BA, semoga Tuhan membalas segala perbuatan baik beliau, dan diampuni dosa, kesalahan Beliau

[6] Guru Bhs. Indonesia

[7] Jawa adalah pulau Mas dulunya, tapi sekarang kayak tidak deh, sebuah pulau yang Q tempati sekarang

[8] Namanya EVA, seorang wanita lulusan gontor

[9] Maaf kata-kata ini baru saya tahu sekarang, dulu ngak deh, canda

[10] Katanya panggilan nabi Muhammad pada salah satu istrinya, artinya Pipi yang kemerah-kemerahan

sampai kapan kita seperti ini, BBM naik, tempe hilang dipasaran, adakah budaya baru datang dan menghancurkan budaya-budaya yang bukan menambah kesadaran masyarakat tetang realitas sosial, tetapi budaya yang mendidiki pada budaya yang membuat negara di sana kaya. kita hari ini bangga makan KFC, tahukah anda. itu salah satu buyada membuat kita terlenakan akan realitas sosial disekeliling kita.

Mahasiswa Bergerak, DPR/MPR berebut kepentingan

Demo mahasiswa didepan gedung rakyat MPR adalah sebuah reaksi dari bagian masyarakat untuk menolak kenaikan BBM. sedang dalam gedung perwakilan rakyat lagi melakukan perdebatan masalah Hak interpelasi dan angket, perdebatan ini membawa membawa voting bagi MPR/DPR RI, akan tetapi ada perbedaan dalam pengambilan hak ini. timbul sebuah pertanyaan dalam benak kita sebagai masyarakat kecil, kenapa hal ini terjadi, padahal mereka berangkat dari utusan rakyat, untuk kepentingan rakyat, oleh rakyat.


4 thoughts on “Refleksi

    Q said:
    ampMon, 11 Aug 2008 04:19:18 +000019Monday 29, 2008 at 9:59 p08

    lagi-lagi pegusuran, memang enaknya orang yang diatas tinggal tulis memo, eh lho jangan jual disini, tar gerobaknya gue buang lgi, ya ilustrasi dari omongan rektor kampus berlabel Islam yaitu Universitas ISlam Negeri Yogyakarta. saya bingun dengan intelektual sekarang hati nurani di mana ya?? seharusnya mereka lebih memahami dari pada orang premitif di pulau sumbawa, atau suku kubu di jambi, tapi bagi saya yang pernah meneliti ditempat terpencil malah mereka yang lebih mengerti dari pada orang-orang yang sudah mengalami rekontruksi berpikir contoh rektor UIN deh. he he ojo marah katenya lho orang pitar ………

    …….. long time no speaking with you REKTOOOOOOOr Q

    Afif said:
    pmpFri, 15 Aug 2008 20:54:41 +000054Friday 29, 2008 at 9:59 p08

    mengenai penggusuran, coba lo baca artikel ini : “Kampusku Bukan Lagi Kampus Rakyat”

    Afif said:
    pmpSat, 13 Sep 2008 23:14:59 +000014Saturday 29, 2008 at 9:59 p09

    ded, ternyata lo punya bakat nulis cerpen juga ya…😀
    kapan terbit novelnya? nyante aj ntar gw kasih kata pengantar dah =))

    Prince_yankee said:
    ampSat, 29 Aug 2009 04:08:06 +000008Saturday 29, 2008 at 9:59 p08

    Wew🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s