Tag Archives: politik pendidikan

PERUBAHAN IAIN KE UIN “MEMBANGUN SEBUAH PARADIGMA BARU”

Oleh Dedi Syaputra
A. Pendahuluan
Perkembangan modern Islam timbul sebagia akibat dari perubahan-perubahan besar dalam demensi kehidupan manusia yang dibawa oleh kemajuan dalam ilmu pengetahuan. Masalah-masalah yang ditimbulkan dalam bidang keagamaan, termasuk Islam lebih pelik yang terdapat dibidang-bidang kehidupan. Salah satu sebabnya adalah karena dalam agama terdapat ajaran-ajaran yang absolut, mutlak benar, kekal, tidak dapat dirobah, dan mengkontekkan halal dan haram pada dataran yang sangat mudah. Dari persoalan itu, agama seolah jadi Tuhan nomor dua di dunia, tidak bisa di gugat, dan menimbulkan dogmatis dalam agama, yang melahirkan sikap tertutup dan tak bisa menerima pendapat yang bertentangan dengan dogma-dogma yang dianutnya. Sikap sepertinya membuat orang berpegang teguh pada pendapat-pendapat lama dan tidak bisa menerima perubahan. Sikap dogmatisme ini membuat orang bersikap tradisonal, emosional dan dan tidak rasional. Sedangkan sifat dari ilmu pengetahuan dn teknologi adalah perkembangan, selalu mengalami perubahan dan membawa perubahan dalam kehidupan. Continue reading PERUBAHAN IAIN KE UIN “MEMBANGUN SEBUAH PARADIGMA BARU”
Advertisements

Sejarah Pendidikan dan Tanggung Jawab

Sejarah Pendidikan dan Tanggung Jawab
Oleh. Dedi Syaputra *
PROLOG
Dialektika pendidikan tidak lepas dari penindasan yang dilakukan oleh komunitas berkuasan pada saat itu, ketika kerajaan berkuasaan di Indonesia abad 15-16, pendidikan telah di kenal oleh masyarakat. Indikasinya bisa di lihat dengan sekolah Buddha di zaman Sriwijaya. Pendidikan tidak hanya sebagai penyaluran ilmu pengetahuan akan tetapi jauh lebih penting dengan tujuan melanggengkan kekuasaan raja dan keturungan. Materi yang di berikan tidak lebih darii strategi perang, budaya dan sasra. Materi yang wajib untuk keturunan raja adalah cara mempertahankan kakuasaan.
Memasuski fase kolonialisme. Kesempatan mengayam pendidikan bagi masyarakat masih terbatas yang diberikan oleh colonial belanda dengan program edukasi yang sering didengar politik etis . politik ini di kemukan oleh penjabat tinggi peradilan colonial perlemen negeri belanda bernama C. Th. Van Deventer. Pada tahun 1899 van deventer menulis sebuah buku yang berjudul “ utang budi” yang mengungkapkan bahwa belanda berhutang budi pada Hindia belanda cikal bakal Indonesia oleh keuntungan yang di perolehnya selama dasawarsa-dasawarsa yang lalu. Atas dasar ini, pidato Ratu Wilhelmina dari tahta tahun 1901 yang mengumandangkankan bermulanya zaman baru koloniali, yang lazim disebut politik etis<!–[if !supportFootnotes]–>[1]<!–[endif]–>. Dampak yang riil dari kebijakan politik etis ini adalah terbukanya kesempatan yang makin luas di kalangan pribumu untuk mencicipi bumbu pendidikan modernt ala barat. Wajah baru kesenjangan sosil dan perbedaan klas pun muncul dengan pemilahan orang yang memperoleh pendidikan antara lain golongan priyayi. Tapi dalam sebuah buku Burger, 1995, kebutuhan tenaga birokrasi yang semakin meningkat, perubahan peraturan pemerintahan mengenai jabatan birokrasi. Tetapi tetap saja orang yang mempunya stratifikasi social juga yang menentukan.
Continue reading Sejarah Pendidikan dan Tanggung Jawab